Satuan Kata

Just another WordPress.com site

DIAM ITU EMAS 19/10/2011

Filed under: Cerpen — satuankata @ 11:24

DIAM  ITU EMAS

 

Semenjak saya SMP saya orangnya pendiam karena saya ingat guru SD saya dulu mengatakkan bahwa diam itu emas. Semenjak guru SD saya bicara seperti itu. Dan saya pun berpikir bahwa terlalu banyak bicara itu emang ngak penting dan saya menjadi pendiam seperti ini.

Sekarang saya sudah SMA saya di kenal sebagai anak yang sangat pendiam. Semua pertanyaan yang menurut saya ngak penting hanya saya beri senyuman kecil di bibir saya. Sekali lagi karena diam  itu emas.

Waktu itu saya mulai merasakan apa namaya itu cinta saya mulai naksir seseorang gadis yang sangat cantik. Pertama saya bertemu wanita ini saat dia sedang menunggu adiknya pulang sekolah dan dia tersenyum kepada ku. Wah….pikir ku wanita cantik itu tersenyum kepadaku apa ini hanya mimpi. Dan aku cubit pipi ku ternyata ini bukanlah mimpi. Mulai banyak yang timbul di pikiran ku tentang wanita tadi siang yang tersenyum pada ku.

Itu siapa? Kok senyum-senyum ke aku ya? Tapi dia cantik banget? Siapa ea namanya?

Aku pun mulai merasakan apa yang di sebut dengan kasmaran. Hati yang berbunga-bunga dan pikiran ku yang penuh dengan wajahnya yang nan cantik.

Ke esokan harinya aku mulai selidiki siapa wanita itu?

Dan ke esokan harinya aku lihat dia sedang duduk di depan sekolah ku. Ternyata dia sedang menunggu shinta adik kelas ku. Semenjak aku tau kalo dia selalu menjemput shinta aku mulai mencari informasi wanita cantik itu. Dan setelah satu bulan aku menyelidiki siapa wanita itu kami pun mulai dekat dan saling kenal dari jejaring social miliknya yang aku tau dari adiknya shinta.

Aku pun memutuskan untuk mengajaknya makan malam di café di mana yang sangat romantis. Malam itu dia tak bicara sedikit pun saat aku Tanya-tanya tentang dia. Aku pun berpikir apakah dia orangnya sangat pendiam sama seperti ku. Yang beranggapan bahwa diam itu emas aku pun mulai senyum-senyum sendiri bahwa orang aku taksir memilikki kesamaan dengan ku. Seketika aku tau dia sangat pendiam aku berpikir lagi bahwa tak sia-sia aku memilih wanita ini yang memilikki kesamaan dengan ku.

Kami pun semakin akrab dan lama kelamaan aku mulai ingin menjalin hubungan dengannya yang sangat special setidaknya ada status denganya sebagai pacarnya.

Suatu malam aku mulai ingin katakana cintaku kepadanya tak dapat lagi aku pendam rasa ini uncap ku. Aku pun mulai berpikir untuk menelponya dan nyatakan cinta ku. Setelah aku menelponya aku pun nyatakan cinta ku kepadanya tapi di telpon dia hanya diam saja dan tak bicara sedikitpun. Aku mulai berpikir apa kurang tepat kalo aku menyatakan cinta lewat telpon. Dan aku mulai sms dia untuk ngajak ketemuan di sebuah taman. Ke esokan harinya aku pun bertemu denganya aku mulai menyatakan cinta ku sambil berlutut di depannya. Tapi seketika sesudah aku menyatakan cinta ku itu kepadanya dia pun hanya menanggis dan berlari aku pun tak dapat mengejarnya. Apakah aku salah tlah nyatakan cinta kepadanya.

Seminggu tlah lewat tak ada kabar darinya dan aku mulai menelpon rumahnya dan shinta yang mengangkat telpon ku saat ku Tanya kepada shinta. Apakah aku salah nyatakan cinta ku? Apa aku bukan tipenya? Apa dia sudah punya pacar?. Sehingga dia menghindar meninggalkan ku. Dan shinta menjawab dengan terbata-bata dia bukan tak mau  untuk menerima mu. Tapi dia orangnya super pendiam lalu aku jawab aku pun orangnya pendiam. Dan shinta menjawab bukan seperti itu tapi dia Gagu (bisu) aku pun diam beberapa saat dan aku tutup telponya. Aku mulai berpikir lagi bahwa Pendiam dan gagu itu beda-beda tipis enggak ea?

Dan setelah itu aku tau bahwa DIAM  itu bukan EMAS seperti yang di katakana guru SD ku tapi DIAM itu GAGU alias bisu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s