Satuan Kata

Just another WordPress.com site

SEBIDANG TANAH HADIAH ULANG TAHUN KU 19/10/2011

Filed under: Cerpen — satuankata @ 11:21

SEBIDANG TANAH HADIAH ULANG TAHUN KU

 

Hadiah kecil yang di beri ibu untuk ku yang tak pernah ku harap dan tak pernah kuduga ibu akan memberikan ini kepada ku. Sepulang dari sekolah aku melihat di perkarangan rumah yang begitu ramai banyak tetangga dan teman-teman ku yang berkumpul di rumah kami. Apakah ibu merayakan pesta ulang tahun ku dengan sangat meriah…. Dalam pikir ku?

Kan hari ini tepat ulang tahun ku yang ke 17 tahun. Pikir ku ibu terlalu boros merayakan ulang tahun ku begitu meriah seperti ini.

Dan kulihat ada mobil truk yang di parkir di depan rumah yang di antar oleh kedua pak polisi yang memakai pakaian preman.

Aku pun masih belum berani tuk pulang karena aku tak mau hari ulang tahun ku dirayakan terlalu meriah begini aku kan udah 17 tahun kenapa harus di rayakan seperti ini seperti anak TK aja pikir ku…

Setelah  berkelang satu jam aku memberanikan diri untuk masuk kerumah tapi melalui pintu belakang yang tak ada orang aku pun langsung menuju kamar ku untuk beristrirahat dan langsung saja aku kunci pintu kamar itu. Aku berpikir ?

Ah…masa bodoh ibu terlalu berlebihan merayakan ulang tahun ku sampai-sampai seperti ini mendingan aku tidur aja dari pada di rayakan seperti anak TK. Mau ku kan di rayakannya di restorant atau di café dengan mengundang beberapa teman dan sahabat-sahabat ku saja dari pada begini.

Aku pun tertidur setelah aku bangun aku lihat jam sudah menunjukan jam 5 sore

Ah…ini saatnya mandi kata ku. Tapi ibu , tetangga dan saudara-saudara ku mengangkatkan badan ku ke kamar mandi dan memandikan ku.

Ah…kok kalian aneh banget sih…? Sampe-sampe mandiin aku seperti ini aku kan udah besar udah 17 tahun ujar ku sambil marah-marah dengan mereka.

Kemudian bibi dan paman-paman ku memakaikan baju ke badan ku.

Ah…baju ini norak banget si.. aku kan mau ulang tahun beliin aku pakaian yang keren dikit napa?

Yah….tapi sudahlah aku ngak mau terlalu banyak mengelu yang penting ulang tahun ku udah di rayakan sampe-sampe seperti ini.

Selesai aku di pakaikan baju dan di make up… aku pun di arak ke liling kampoeng aku kan malu kalo di kayak ginikan ..

Setelah aku di arak dan nyampe di tempat tujuan aku terkejut setengah mati .

Hahg….? Kok aku di bawah ke kuburan si?

Perlahan-lahan badan ku di turunkan ke dalam lubang kuburan..

Terdengar suara tangis ibu ku …. Yang sambil memukul-mukul supir truk yang di depan rumah ku tadi sambil teriak berbicara…..kenapa…kau tabrak anak ku hingga dia meninggal seperti ini… sekarang siapa lagi teman hidup ku selain anak ku ini tangis ibu yang sentak membuat ku terkejut.

Setelah semua badan ku terkubur semua ibu dan orang-orang membacakan doanya untuk ku.

Dan setelah orang-orang yang tadi menghantar ku ke liang kubur kini hanya ada ibu dan aku disini dan ibu berbicara kepada ku.

Anak….ku mungkin sebidang tanah dan tempat tinggal mu yang terakhir ini bisa menjadi hadiah ulang tahun mu yang terindah semoga tuhan dapat menempatakan mu di sisinya amin…..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s