Satuan Kata

Just another WordPress.com site

• Syair yang mengujar RINDU 03/11/2011

Filed under: Syair — satuankata @ 22:01
  • ♠ @Prof_Venom: Aku bernanar di atas pelupuk mata mu. memejamkanya secara berlahan. api dan deru rindu. mulai tak tertahan
  • ♠ @Prof_Venom: Jika kau masih punya hati. Maka jagalah hati ku dengan hati-hati
  • ♠ @Prof_Venom: Dan rinduku termenung dalam riuh angin malam. di balik jendela belaian angin merengkuh badan ku yang kau kendalikan
  • ♠ @Prof_Venom: Ini cerita cintaku untukmu. Yang mengurai semua rasa rindu. Yang ku tulis dengan sendu didalam kata haru.
  • ♠ @Prof_Venom: Khayalku meraba hatimu ke dalam palung terdalam. Apa yang kutemukan ialah potongan kecil hatiku yang masih bernanar
  • ♠ @Prof_Venom: Aku punya hati yang harus kau jaga. Bila nanti aku mati di hatimu. Tusukanlah rindu dan sendu ini dengan belati.
  • ♠ @Prof_Venom: Aksara luka masuk kedalam palungnya. Usapan rindu melekat pada secangkir teh di gelasku.
  • ♠ @Prof_Venom: Remah rindu bernanar dengan sendirinya, merusuk ke ujung hari yang suram. pelangi dari senyum bibirmu memberiku rindu.
  • ♠ @Prof_Venom: Ku ingin terus berlari mengimbangi tinggi langit yang kau gapai. Berlahan-lahan rindu mu mulai memujaku.
  • ♠ @Prof_Venom: Baris-baris dedaunan mulai menyapu riuh kedamaian di dalam hening rindu. Detak-detak jantungmu mulai mengukur kematianku.
  • ♠ @Prof_Venom: Aku ingin jadi langit biru. Hingga sedih tak selalu mengharu. Kusesap dalam-dalam kata rindu hingga timbul cinta yang baru.
  • ♠ @Prof_Venom: Tersirat rintikan hujan di matamu. aku pun mulai larut dalam kesendirian. perlahan-lahan kau kunci ragaku.
  • ♠ @Prof_Venom: Aku terbiasa lari sambil mengejar dingin malam. Bibir merahmu selalu menusuk rindu dan peluk ini. Kau pelipur lara dalam luka
  • ♠ @Prof_Venom: Luka selalu sembunyi di balik suka. Hingga rindu mulai terbelenggu lewat senyumnya. Tangis pun berubah menjadi tawa.
  • ♠ @Prof_Venom: Semua rindu ini kau bakar menjadi abu. Semakin tertahan semakin mengebu-ngebu. Setiap merindumu hanya ada di dalam kalbu.
  • ♠ @Prof_Venom: Di balik raut wajah mu yg suram terselip seribu tanda tanya tentang rindu. Aku tau karena aku terpasung dalam pikiranmu
  • ♠ @Prof_Venom: Tanpa lelah di sela-sela rindu.Ada derainya kebahagian di balik raut wajahku yg muram. Selalu saja hatiku karam dalam rindumu
  • ♠ @Prof_Venom: Luaskan hamparan terang benderang. Kelap tangis jatuhkan titik-titik butiran kenangan. Hempaskan duka tak pernah suka.
  • ♠ @Prof_Venom: Dari balik jeruji terhampar terang cahaya purnama malam. Terbitkan kerinduan yang pernah menusuk rusuk kisah kita.
  • ♠ @Prof_Venom: Kuhitung rintik-rintik, mengukur rindu lewat detik. aku siap memetik hati yg terluka lewat wajahmu yg cantik.
  • ♠ @Prof_Venom: Sampaikan kasih ku pada malam. Ku titipkan sedikit kecup dan salam. Lalu kusesap air mata rindu ini dalam-dalam.
  • ♠ @Prof_Venom: Jangan tersenyum untuk menyembunyikan rasa sakit. Tapi tersenyumlah untuk menyembuhkan rasa sakit.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s