Satuan Kata

Just another WordPress.com site

TOPENG 18/12/2011

Filed under: Cerpen — satuankata @ 16:43

Serpihan lelah ku selalu saja mengelabuhi tubuhku yang kurus ini.
getir ketidak mampuan ku menjamah semua cinta yang pernah hadir dalam setiap langkah ku.
tanya sesaat dalam benak ku. seperti apa yang kucari. tidakah sangat sulit menjamah sosok yang sempurna itu.
biarlah endapan rasa keperihatinan ku ini menjadi tantangan esok hari menjadi lebih pintar memilih yang mana pantas untuk ku kagumi dan yang aku pilih. jam terasa begitu cepat berputar dan kutahu bahwa semua ini tidak kekal. seberapa banyak mimpi orang yang aku hancurkan karena hanya salah memilih. biarlah dosa yang pernah hancurkan mimpi itu ku jadikan pilihan tersulit untuk malam yang tak kunjung selesai teteskan air matanya.

begitu banyak air mata yang ku jatuhkan karena diriku yang tak sanggup menahan nafsu.
sejenak tanya dalam perih luka ku apakah aku pantas memilikki sesuatu yang lebih dari yang kuinginkan tanpa berusaha memutar keadaan itu menjadi lebih baik dan baik. semua orang pasti berharap untuk mendapatkan apapun yang terbaik untuknya tanpa harus mempersulit dirinya dan keadaan.

tapi setelah renungan ku terlalu jauh aku mulai menemukan titik harapan atas ketidak mampuan kumenjalani ini semua.
dan aku menulis semua ini dengan menghelah nafas yang cukup panjang agar tiada lagi rintik hujan yang gemericik.
setelah aku tahu masa depan itu indah bagi ku kulakukan semua yang menurut ku itu baik untuk masa depan yang harus ku jamah lebih baik dari pada orang lain yang tak mampu.
dengan mimpi yang pasti aku mulai mengejar apa yg ku inginkan andai semua yang aku impikan itu menjadi nyata dalam kehidupan ku yang selalu hapus oleh beberapa hal yang tak seharusnya itu terjadi dari kebodohan ku.

kini aku mulai binggung pada orang-orang sekitar ku yang memelikki beberapa topeng dan sifat yang begitu aneh bagi ku.
ada yang lihai menusuk dari belakang dan menghancurkan juga, memang tak naeh hidup didunia ini untuk bertahan hidup.
.
untuk sadari semua itu dan menemkan jalan yang baik buat ku hanyalah diam dan ikuti arus yang aku inginkan dan sedikit memberontak bila perlu di hadapkan dengan orang – orang seperti itu

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s